TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK hanya menguji satu keterampilan: membaca. Soalnya berangkat dari teks informasi dan teks fiksi, lalu menanyakan apa yang tertulis, apa yang tersirat, dan bagaimana menilai isi serta bahasa teks itu.
Mata uji ini dikerjakan pada hari ke-1 pelaksanaan TKA SMA/SMK, dengan waktu 60 menit setelah sesi latihan 10 menit.
5 contoh berikut mewakili ketiga bentuk soal TKA. Kerjakan dulu, lalu buka kunci dan pembahasannya.
Literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat. Ia mencakup kecakapan menilai kebenaran informasi, memahami jejak digital yang ditinggalkan, serta berkomunikasi secara etis di ruang daring.
Soal 1 · Pilihan Ganda
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ...
Kunci: B
Kalimat pertama menyangkal definisi sempit ("bukan sekadar"), lalu kalimat kedua memerinci apa saja yang tercakup. Gagasan utamanya adalah keluasan cakupan literasi digital. Pilihan C dan D hanya salah satu rincian.
Soal dan pembahasan: tim Jago TKA.
Sebuah studi menemukan bahwa siswa yang tidur kurang dari enam jam per malam memperoleh nilai ujian lebih rendah. Peneliti menyarankan sekolah memundurkan jam masuk. Namun, studi itu hanya melibatkan 40 siswa dari satu sekolah.
Soal 2 · PGK — Kategori
Tandai Benar untuk pernyataan yang DIDUKUNG teks, dan Salah untuk yang tidak.
Teks menyebut studi menemukan HUBUNGAN, bukan membuktikan sebab-akibat — jadi pernyataan 2 melampaui isi teks. Pernyataan 4 juga keliru: teks hanya menyebut peneliti menyarankan, bukan bahwa sekolah sudah melaksanakan. Pernyataan 3 didukung oleh kata "hanya 40 siswa dari satu sekolah".
Soal dan pembahasan: tim Jago TKA.
Soal 3 · PGK — Jawaban Ganda
Manakah kalimat berikut yang TIDAK efektif? (Jawaban benar bisa lebih dari satu)
Kunci: A, C
Kalimat 1 mengandung pemborosan: "para", "hadirin", dan "sekalian" sama-sama menyatakan jamak — cukup "Hadirin dimohon berdiri". Kalimat 3 juga boros karena "agar" dan "supaya" bermakna sama. Kalimat 2 dan 4 sudah ringkas dan berstruktur lengkap.
Soal dan pembahasan: tim Jago TKA.
Bacaan berikut untuk soal 4–5.
Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, kami harus berpisah. Bertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kaca. Saat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas isya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. ”Tidak ganti baju?” tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat. Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasanya sangat tidak elok. Saya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coklatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyesuaian)
Soal 4 · Pilihan Ganda
“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.” Penggunaan kata serapan boyongan dapat memperjelas peristiwa yang dialami tokoh saya, yaitu …
Kunci: C
Kata 'boyongan' bermakna pindah rumah bersama seluruh keluarga dengan memboyong seluruh harta bendanya, sesuai keterangan teks 'Tak satupun barang tertinggal di rumah lama' yang menegaskan seluruh perabotan ikut dipindahkan. Opsi lain hanya menyinggung sebagian makna (jarak jauh, tugas kedinasan resmi, atau kepindahan sementara) tanpa mencakup unsur memboyong seluruh barang rumah tangga yang menjadi ciri khas 'boyongan'.
Soal: contoh soal resmi dalam Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025, Bagian IV. Pembahasan: tim Jago TKA.
Soal 5 · PGK — Jawaban Ganda
Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?
Kunci: C, D, E
Kesetiakawanan sahabat tokoh 'saya' tampak dari tindakan nyatanya menolong: melingkupi tubuh 'saya' dengan seragamnya sendiri (3), menggendong dan berlari sambil membujuknya tenang (4), serta rasa tanggung jawab besar yang memberinya kekuatan untuk tetap bersama (5). Dua kalimat pertama hanya menjelaskan latar kejadian dan kondisi ekonomi sahabatnya, bukan bukti sikap setia kawan.
Soal: contoh soal resmi dalam Perkaban BSKAP 045/H/AN/2025, Bagian IV. Pembahasan: tim Jago TKA.
9 modul, disusun mengikuti kerangka asesmen di atas (khusus Premium):
Latih Bahasa Indonesia dengan soal berbentuk sama seperti TKA, lalu lihat bagian mana yang masih lemah.
Coba latihan gratisSeluruh peraturan di atas dapat diunduh dari laman resmi TKA Pusmendik. Jago TKA adalah platform belajar independen dan tidak berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun penyelenggara TKA.